Senin, 07 Desember 2015

Pagi

Seperti biasa, pagi selalu memberi peringatan bahwa aku masih merinduinya. Dan pada pagi yang berkabut ini, seperti aku, mentari hanya bisa berharap semoga ada celah di balik awan yang menghitam.

Minggu, 06 Desember 2015

Sedang Hujan

Sedang hujan. Bukan! Bukan di luar. Hanya pada seseorang. Susah payah dia menahan hujan di matanya. Ah, ternyata badai tak lebih memporakporandakan apa pun daripada sebuah kerinduan. Dan mungkin memang benar, bahwa perpisahan membutuhkan setidaknya sebuah pelukan.

Jumat, 13 November 2015

Aku Juga

"Aku mencintaimu." Berkali-kali kalimat itu kau ucapkan, dan berkali-kali pula aku menjawab, "Aku juga."

Kita tidak akan pernah bosan.

Kamis, 05 November 2015

Sampai Saat itu Tiba, Bersabarlah.

Distance is not for the fearful, it is for the brave. It’s for those who are willing to spend a lot of time alone in exchange for a little time with the one they love. It’s for those knowing a good thing when they see it, even if they don’t see it nearly enough.

If ever there is tomorrow when we’re not together. There is something you must always remember. You are braver than you believe, stronger than you seem, and smarter than you think. But the most important thing is, even if we’re apart… I’ll always be with you. And my heart is bigger than the distance in between us.

Kamis, 15 Oktober 2015

Mampus Kau Dikoyak-Koyak Rindu [2]

Pagi yang kesekian. Lagi, aku ditertawai burung dengan kicaunya. Bahkan waktu pun tak mau tahu. Aku, mampus dipermainkan rindu. 

Jumat, 28 Agustus 2015

Semogaku

Nanti, suatu hari, akan kau temukan segala apa yang selalu kulangitkan. Bahagiamu misalnya: barangkali bisa mematahkan kekhawatiran.

Kamis, 09 Juli 2015

Self Note : Semoga bermanfaat

Mengambil keputusan itu tak pernah mudah. Yang namanya keputusan itu berarti sebelumnya ada pilihan. Yang namanya dihadapkan dengan pilihan, semudah apapun pilihan itu, kita tetap harus memutuskan. Mana yang terbaik menurut kita.

Banyak yang dipertimbangkan ketika mengambil keputusan. Apa dampaknya buat diri sendiri dan orang di sekitar misalnya. Atau apakah keputusan yang diambil kelak akan banyak memberi manfaat atau masalah.

Seperti yang dituliskan di gambar yang saya unggah bersama dengan tulisan ini,

"Salah satu bagian tersulit dalam hidup adalah memutuskan untuk kabur atau mencoba lebih keras."

Keputusan yang sulit, bukan? Sulit banget malah kalau menurut saya. Berdasarkan pengamatan ngawur saya, manusia itu cenderung mudah menyerah. Sedikit-sedikit "ah, sudahlah. Memang bukan rejekinya." Kemudian ditinggal. Makannya banyak motivator. Karena banyak juga orang yang motivasinya rendah. Entahlah, apakah motivator itu dulunya juga mudah menyerah, atau dari awal sudah taft.

Wah, sudah panjang tulisannya. Hehe.
Intinya adalah, tidak ada salahnya untuk mencoba lebih keras. Kata orang sih you will get more when you give more. Dan saya masih percaya itu. Makannya ketika menemui masalah, dimana saja, jangan langsung walk away. Lemah! Just try harder. Apapun hasilnya, paling tidak tidak ada penyesalan yang mendalam karena kita memang sudah mencoba sekuatnya. Jika hasilnya masih di luar ekspetasi ya sudah. Toh kita sudah maksimal.

Minggu, 05 Juli 2015

Biru

Katamu biru itu laut. Kataku biru itu langit. Ada jeda diantaranya.
Jarak.
Sedang sang biru, masing terjebak di wilayahnya masing-masing.
Berharap jarak itu kian menipis.
Kemudian biruku dan birumu bertemu.

Rabu, 24 Juni 2015

Sebenarnya ini Sederhana

Kau tau
salah satu jalan untuk selalu menujumu
adalah dengan berdoa
atau dengan sajak yang tidak penting ini

Bukankah kita adalah sepasang kemauan
yang saling mencintai
kemudian mau tak mau
rela merawat rindu yang berjarak ratusan kilometer ini?

Atau hanya aku
yang setiap malam susah tidur
kemudian berpuisi sambil merindukanmu?

Kemudian
Sering ku temui jalan lain
Dengan bersumpah serapah pada waktu misalnya
Atau hanya berserah. Pasrah. 

Ini hanya sementara
semoga kita senantiasa tabah
katamu waktu itu

Padahal
akulah sang tabah
yang akan selalu mencari-cari jalan
menujumu

sederhana
karena aku mencintaimu


Aku. Debu di berandamu. Berkali-kali kau sapu, aku tetap kembali ke situ. Kau pikir mudah mengusir rindu?

Tapi tenang saja. Karena kepedihan tak pernah sanggup membuatku mengibarkan bendera putih, sebab membahagiakanmu adalah finisku.

Rabu, 17 Juni 2015

Kopiku Pagi Ini

Kuseduh secangkir kopi pagi ini. Lebih manis dari biasanya. Ah, mungkin aku terlalu banyak menuangkan cairan rindu di dalamnya.

Rabu, 03 Juni 2015

Kemudian ini kusebut Rindu

Merindukanmu membuat secangkir kopiku menjadi secangkir kesabaran
Setiap pagi

Kemudian ini kusebut rindu; setiap tetes gerimis yang jatuh di pipiku
Adalah ejaan namamu
Dan temu kita adalah pelanginya.

Senin, 01 Juni 2015

Kau tau? Mataku ada dalam tiap diksi tulisanku. Ketika kau tersenyum saat membacanya, akulah bahagia yang sedang mengintipmu. Senang melihatmu tersenyum. Manis.

Minggu, 31 Mei 2015

hujan dan rindu

Hujan tak kunjung habis. Walaupun awalnya tumpah dan habis-habisan, pada akhirnya akan berkurang lalu habis.
Mungkin begitulah kerja rindu, tumpah awalnya lalu habis selepas bertemu. Terus seperti itu sampai mati, lalu rindu itu abadi.

Selasa, 26 Mei 2015

Bawa Aku Pulang

Bahwa sebaik-baiknya sebuah pulang, ialah tubuhmu yang rebah dalam pelukan.

Senin, 11 Mei 2015

What's Your Biggest Fear

Please tell me, what is your biggest fear?

Are you afraid of losing me? Or you just afraid of being alone?

Sabtu, 09 Mei 2015

"Yang kau tinggalkan hanya harum tubuhmu"

Tak perlu molotov jika kau ingin ledakkan jantungku. Dekatkan aku dengan harum tubuhmu. Biarkan berdebar kemudian meledak. Luluh lantak.

Jumat, 01 Mei 2015

Sepi

Kotaku selalu sesepi ini. Bahkan pada jam sibuk sekalipun.
Cinta serupa serpih tercecer, berserakan di sepanjang jalan
Entah siapa tuannya.

Ya, kotaku, sebentuk hati yang tak berpenghuni. 

Sabtu, 18 April 2015

Mampus Kau Dikoyak-koyak Rindu

Sengaja aku meninggalkan aroma tubuhku di ranjangmu.

Kemudian, mampus kau dikoyak-koyak rindu. 

Selasa, 14 April 2015

Titip Rindu Pada Bulan

"Malam ini kamu cantik." ujarku pada bulan di atas sana.

"Tolong jangan siang. Biar alam sepi. Jangan pergi. Mungkin banyak kata rindu yang keluar sembari melihatmu malam ini. Biar habis mereka dikoyak rindu dan sepi!"

Senin, 13 April 2015

Tuhan Yang Maha Digital

Kepada Tuhan Yang Maha Digital. Kutitipkan rindu menggebu di setiap karakter yang ku ketik saat chatting dengannya. Tuhan aku rindu. 

Sepagi ini Serindu ini

Pagiku adalah secangkir kopi dan sebatang rokok kretek. Menjelma secangkir cinta dan sekeping rindu untuk puan di kota seberang. Lekaslah kita dipertemukan.

Jumat, 03 April 2015

Tidurlah

Kau suguhi aku secangkir kopi yang biasa kita nikmati sambil bercengkrama kala malam semakin temaram. "Ini sudah hampir pagi sayang tidurlah" katamu.
Ah, senang bisa bercakap denganmu malam ini.

Rabu, 01 April 2015

Rindu

Hari ini saja, biarkan rindu ini bercerita kepadaku tentang suaramu yang malam itu berbicara padaku. Tentang aku yang selalu malu jika berhadapan denganmu. Diam. Tidak bisa berbicara lebih banyak lagi.

Rabu, 18 Maret 2015

Dik, kamu gak khawatir akan kesehatanku? Tahu kan, rindu itu berbahan pengawet. Lalu kamu membiarkan aku mengkonsumsinya setiap hari. Bahaya! Batukku gak sembuh-sembuh. Apalagi rinduku.

Kamis, 26 Februari 2015

Rindu? Sesepi itukah?

"Rindu itu apa?" tanyaku pada seseorang yang mencintai diam-diam.
Dia bergeming. Lalu memeluk dirinya sendiri.

Rindu? Sesepi itukah? 

Minggu, 01 Februari 2015

Ramuan Penyembuh Sakit Hati

Pada suatu malam, bersandarlah seorang pemuda buta di kaki pohon duka. Jemarinya memungut kalimat-kalimat yang gugur, jatuh mengering. Kemudian direbusnya dalam segelas air mata. Akhirnya diminumnya segelas ramuan tadi, berharap bisa menyembuhkan sakit di hatinya.