Hell-o. lama ga nulis nih. Agak kagol juga mau ngpost something di blog. Hahahaha
Oiyaa, hari ini aku lagi di Jakarta. Yap, kembali ke kota kelahiran dan tanah tumpah darahku untuk sekedar mengisi liburan kuliah. Eeemmm, sebenernya sih karena aku ditugaskan sama pakde dan bude buat bantu njagain anak mereka yg berarti kakak sepupuku. Oiyaaa, ngomong2 soal pakde dan bude sampai sekarang aku blm menemukan pengertian yg pas kenapa kakak dari orangtua kita disebut pakde (bapak gede) dan bude (ibu gede). Apakah karena mereka lbh “gede” dari orangtua kita? (apanya??) nggak juga kan? Apa karena mereka lbh gede duluan daripada ortu kita? Itu bisa diterima. Anyway, itu emang sudah tradisi buat orang jawa. Hahaaha
Ngomong soal knp aku di Jakarta, yak arena aku mau njagain kakak sepupu itu tadi. Sebut saja Mbak Vista. (emang namanya itu woii!!). pertanyaan selanjutnya, kenapa harus dijagain? Apakah dia masih bayi? Tapi kenapa aku manggilnya mbak? Apakah dia sudah lanjut usia? Kenapa ga aku panggil nenek aja? Apakah dia Angelina Jolie? Betah banget aku njagain kalo beneran punya kakak sepupu Angelina Jolie. hahaha
Dan jawaban yg tepat adalah karena dia sedang sakit. Yaakk, sakit karena habis di operasi besar. Seberapa besar operasinya aku juga gatau, yg pasti operasinya tu lama banget gitu men. Bayangin aja, dia dibius total selama 8 jam buat menjalani operasi itu tadi. Gimana ya rasanya dibius total selama itu? Apa udah bisa ngerasain melayang di surga? Hahahaaha. Aku belum sempet nanyain kakakku sih, sekarang dia masih di ICU gitu. Dan aku juga baru tadi jam 4 sampe Jakarta setelah menempuh perjalanan naik kereta dari Yogyakarta.
Mungkin teman-teman bertanya-tanya apa penyakit yg beruntung yg bisa masuk ke tubuh kakak sepupuku yg cantik jelita itu. Sebenernya itu penyakitnya bukan virus atau apa, tapi itu penyakit tulang. Lebih tepatnya tulang belakang yg bahasa biologinya vertebral (bener ga sih?). terus nama penyakitnya tu SKOLIOSIS. Kalo elo-elo pade pernah belajar biologi di SMA, skoliosis tu penyakit tulang belakang itu tadi.
Tulang belakangnya kenapa? Tulang belakangnya bengkok.
Bengkok kenapa? Dulu sih katanya mbak Vista tu pernah jatuh.
Jatuh kenapa? Anyiinngg! Banyak tanya lo!!
Ini hasil aku bertanya sama Ki Google. Dia td aku tanya “apa itu skoliosis?” dan Ki Google tadi menjawab “kamu cocok jadi seniman, karena kamu lahir di hari Senin wage. *apasih!
Kalo kata Google Skoliosis adalah kondisi abnormal lekukan tulang belakang. Tidak menimbulkan rasa nyeri, tetapi bisa mengganggu rasa percaya diri anak. Yang pasti, skoliosis diturunkan, serta umumnya sudah terjadi sejak masa kanak-kanak. Penyebabnya tidak diketahui dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan postur tubuh, diet, olahraga, dan pemakaian backpack. Dan ternyata, anak perempuan lebih sering terkena ketimbang anak laki-laki.
Biasanya, skoliosis terlihat nyata untuk pertama kalinya di masa remaja (saat percepatan pertumbuhan). Pertumbuhan memang merupakan faktor risiko terbesar terhadap memburuknya pembengkokan tulang punggung.
Faktor risiko lain yang bisa memperburuk skoliosis adalah:
∆ Jenis kelamin. Lengkung pada anak perempuan cenderung memburuk ketimbang anak laki-laki.
∆ Usia. Semakin muda usia munculnya skoliosis, semakin besar kemungkinan menjadi lebih parah.
∆ Sudut kurva. Semakin besar sudut, semakin besar kemungkinan akan memburuk.
∆ Lokasi. Skoliosis di bagian tengah atau bawah tulang punggung lebih kecil kemungkinannya menjadi buruk ketimbang skoliosis di bagian atas.
Deteksi dini sangat penting, agar penanganan bisa segera dimulai. Bawalah anak ke ahli bedah tulang punggung, bila ada riwayat skoliosis dalam keluarga.
Umumnya sih, skoliosis tidak akan memburuk, dan yang terpenting adalah lakukan check up secara teratur (setiap 3 sampai 6 bulan). Catatan: Pada kondisi yang berat, bisa terjadi nyeri punggung, kesulitan bernapas, atau kelainan bentuk tubuh. Bisa jadi, anak perlu ‘brace’ (alat khusus) atau harus dioperasi. Tidak ada patokan baku untuk membantu membuat keputusan penanganan skoliosis, karena sangat dipengaruhi usia anak, derajat pembengkokan tulang punggung, serta prediksi tingkat keparahan sejalan dengan pertumbuhannya.
Yang pasti, anak Anda tetap bisa menari. Olahraga, termasuk menari, tak akan menghentikan perkembangan skoliosis, tetapi bisa memperkuat otot tulang punggung, meningkatkan kondisi kesehatan dan rasa percaya diri anak. Jangan cemas, namun tetap berkonsultasilah dengan dokter.
Biasanya, skoliosis terlihat nyata untuk pertama kalinya di masa remaja (saat percepatan pertumbuhan). Pertumbuhan memang merupakan faktor risiko terbesar terhadap memburuknya pembengkokan tulang punggung.
Faktor risiko lain yang bisa memperburuk skoliosis adalah:
∆ Jenis kelamin. Lengkung pada anak perempuan cenderung memburuk ketimbang anak laki-laki.
∆ Usia. Semakin muda usia munculnya skoliosis, semakin besar kemungkinan menjadi lebih parah.
∆ Sudut kurva. Semakin besar sudut, semakin besar kemungkinan akan memburuk.
∆ Lokasi. Skoliosis di bagian tengah atau bawah tulang punggung lebih kecil kemungkinannya menjadi buruk ketimbang skoliosis di bagian atas.
Deteksi dini sangat penting, agar penanganan bisa segera dimulai. Bawalah anak ke ahli bedah tulang punggung, bila ada riwayat skoliosis dalam keluarga.
Umumnya sih, skoliosis tidak akan memburuk, dan yang terpenting adalah lakukan check up secara teratur (setiap 3 sampai 6 bulan). Catatan: Pada kondisi yang berat, bisa terjadi nyeri punggung, kesulitan bernapas, atau kelainan bentuk tubuh. Bisa jadi, anak perlu ‘brace’ (alat khusus) atau harus dioperasi. Tidak ada patokan baku untuk membantu membuat keputusan penanganan skoliosis, karena sangat dipengaruhi usia anak, derajat pembengkokan tulang punggung, serta prediksi tingkat keparahan sejalan dengan pertumbuhannya.
Yang pasti, anak Anda tetap bisa menari. Olahraga, termasuk menari, tak akan menghentikan perkembangan skoliosis, tetapi bisa memperkuat otot tulang punggung, meningkatkan kondisi kesehatan dan rasa percaya diri anak. Jangan cemas, namun tetap berkonsultasilah dengan dokter.
Itu tadi penjelasan ttg skoliosis. Emang ga pengaruh banget sih dan ga bikin mati juga, cuma kan gengges juga kalo ngelihat punggung kita bentuknya “S”. tinggal di coret aja terus di taruh di pinggir jalan udah jadi rambu diarang stop tuh. Hahahaha.
Well, udah dulu ah nulisnya. Ni aku nulis ini di emperan rumah sakit loh. Bisa dibayangin kn kayak kalo di pengungsian gitu. Goodbye!