Aoi melepas earphone di telinganya; menoleh dan dia
tersadar bahwa yang menepuk bahunya dari belakang adalah Takeshi, kakak kelas
yang dia sukai dan juga seorang kapten tim sepak bola SMU Hakata.
“Aoi, tak kusangka kita bisa bertemu disini.” Kata
Takeshi sambil tersenyum “kau mau pulang? Dari stasiun ini juga?”
Sore itu, angin bertiup manja. Membuat daun-daun yang
sudah berguguran menari lemah di lantai halaman stasiun. “ngg..i..iya senpai,
setiap hari aku pulang dari stasiun ini.” Aoi merasa panas ditubuhnya
meningkat, padahal sedang musim semi saat itu.
Sambil menggaruk rambutnya yang berantakan dan membenahi
pegangan tas di pundaknya, “wah, kenapa baru sekarang kita bertemu ya? Kalau
begitu, yuk kita pulang bersama mulai sekarang. Dan satu lagi, jangan panggil
aku senpai. Panggil saja Take.”
“Apa? Pulang bersama senpai? Ummm...maksudku Take-kun?”
seketika dada Aoi pun berdegup kencang dan rasanya ia ingin berteriak saat itu
juga.
“mengapa? Kamu keberatan? Atau kamu ada kegiatan lain
setelah pulang sekolah?”
“ti..tidak, Take-kun. Aku sangat senang bisa ditemani
oleh Take-kun setiap pulang sekolah. Eh, maksudku....”
“ahhhh, baiklah. Keretanya sebentar lagi tiba. Ayo
masuk.” Takeshi meraih tangan Aoi dan menariknya untuk berlari masuk kedalam
stasiun.
Entah apa yang dipikirkan Aoi saat itu. Dadanya berdebar;
bahagia. Dia berlari sambil tersenyum. Didepannya, yang menggandeng tangannya
adalah Takeshi; kakak kelas yang dia sukai sejak masa orientasi sekolah dan
juga salah satu senpai idola gadis-gadis kelas 2 di sekolah. Dia berharap dari
halaman stasiun sampai ke loket penjualan tiket beratus-ratus kilometer jauhnya
sehingga dia bisa terus berlari dengan Takeshi. Dia berharap waktu itu tidak
segera berakhir.
Rasanya keringat ditelapak tangan mereka saling menempel.
Menyatu. Seandainya hati kami juga menyatu seperti keringat di telapak tangan
ini. Mungkin itu yang dipikirkan Aoi sekarang.
Angin musim semi bertiup manja. Menambah sejuk suasana
hati Aoi. Masih berlari. Masih saling bergandengan. Takeshi mungkin tidak
menyadari bila Aoi sangat menyukainya sejak pertama Aoi masuk sekolah. Mungkin
Aoi juga tidak menyadari bahwa Takeshi sudah menaruh perhatian pada Aoi sejak
festival musim panas tahun lalu.
Perasaan memang tidak bisa ditebak. Siapapun tak akan
mengetahui isi hati seseorang. Suatu saat nanti, salah satu dari mereka akan
mengungkapkan perasaannya terlebih dahulu. Dan mereka berdua akan menjadi
pasangan paling populer disekolah.