Kau tau
salah satu jalan untuk selalu menujumu
adalah dengan berdoa
atau dengan sajak yang tidak penting ini
Bukankah kita adalah sepasang kemauan
yang saling mencintai
kemudian mau tak mau
rela merawat rindu yang berjarak ratusan kilometer ini?
Atau hanya aku
yang setiap malam susah tidur
kemudian berpuisi sambil merindukanmu?
Kemudian
Sering ku temui jalan lain
Dengan bersumpah serapah pada waktu misalnya
Atau hanya berserah. Pasrah.
Ini hanya sementara
semoga kita senantiasa tabah
katamu waktu itu
Padahal
akulah sang tabah
yang akan selalu mencari-cari jalan
menujumu
sederhana
karena aku mencintaimu
Rabu, 24 Juni 2015
Rabu, 17 Juni 2015
Kopiku Pagi Ini
Kuseduh secangkir kopi pagi ini. Lebih manis dari biasanya. Ah, mungkin aku terlalu banyak menuangkan cairan rindu di dalamnya.
Rabu, 03 Juni 2015
Kemudian ini kusebut Rindu
Merindukanmu membuat secangkir kopiku menjadi secangkir kesabaran
Setiap pagi
Kemudian ini kusebut rindu; setiap tetes gerimis yang jatuh di pipiku
Adalah ejaan namamu
Dan temu kita adalah pelanginya.
Setiap pagi
Kemudian ini kusebut rindu; setiap tetes gerimis yang jatuh di pipiku
Adalah ejaan namamu
Dan temu kita adalah pelanginya.
Langganan:
Komentar (Atom)