Hey, its me again. Lagi pengen nulis pengalaman nih. Bukan cerita fiksi berlatar belakang manga.hehe
Entahlah harus dimulai dari mana, yang jelas semakin hari saya semakin resah (cieilahh resah) dengan apa yang akan terjadi setelah lulus. Ya mungkin keresahan ini dialami hampir seluruh mahasiswa tua yang akan segera lulus. (walaupun skripsi pun saya belom mulai.hhe)
Jadi ceritanya hari ini saya barusan pergi dengan teman-teman seangkatan di IPFTI. Maklum, mahasiswa IP yang hanya sedikit apalagi di Department Industrial Engineering jadi ya kalo ngumpul kita cuma sedikit. Tapi kerasa banget ketika kumpul kita mulai menceritakan keresahan masing-masing.
Mahasiswa IPFTI angkatan 2010 berjumlah 14 ekor dan yang 3 sedang double degree di Thailand. Dunia mahasiswa yang penuh dengan seleksi alam mengakibatkan tinggal 7 penantang tersisa yang masih kuliah bareng sejak terakhir semester kemarin. (karena semester ini kita sudah ndak ada kuliah).
Dari 7 orang tersisa itulah sudah mulai terdengar keluhan dari masing-masing kita. Termasuk saya. Ada yang olahdata skripsinya udah kelar tapi dia males ngetik naskah skripsinya, ada yang masih bingung menentukan tempat kerja praktek, ada yang udah kerja praktek tapi laporannya gak kelar kelar, ada yang baru mulai nulis paper buat tahap awal thesisnya. Pokoknya macem-macemnya keluhannya. Dari situ saya mulai berpikir, bagaimana kita 10 tahun mendatang. Apa yang akan terjadi, bagaimana hidup kita, menikah dengan siapa kita, dan pertanyaan-pertanyaan klise tentang kehidupan yang sebenarnya kelak.
Intinya adalah, semakin kesini semakin berat tantangan yang dihadapi. Gak cuman tugas kuliah atau berantem sama pacar; lebih keras dari itu xob.
In the end, tetap kita yang menentukan akan seperti apa hidup kita kelak. Yang jelas saya atau mungkin kita harus siap dengan masa depan yang dinamis, yang fluktuatif, dan tidak bisa diprediksi. BE READY! ^^/