Minggu, 08 Juni 2014

Maybe...

Sometimes you’re sitting on your bedroom floor with your teeth chattering so hard you’re convinced they’re going to break and fall out of your mouth so you find a blade under your mother’s bathroom sink and you drag it across your wrist until the numbness and hurt spills out of you onto the carpet. You don’t really realize how bad the scar will be. You don’t really see the impact of what you did until it’s the middle of July and you’re sweating through your long sleeve shirt and you’re wiping the wetness off your forehead and the tears are dripping onto your tongue and you finally see that it’s not going to go away. You really fucked yourself over. You can’t erase it. 


Maybe that’s why I fell for you without a second thought. 

Rabu, 04 Juni 2014

Daijoubu desu..

""Kamu akan baik-baik saja" adalah kata-kata yang bagi saya menentramkan untuk didengar dari orang lain. Meskipun pada akhirnya mungkin sesuatu tidak berjalan baik-baik saja, tetapi "kamu akan baik-baik saja" dapat menguatkan. Kata-kata tersebut membuat saya setidaknya percaya bahwa pada akhirnya saya akan baik-baik saja. Bukankah semuanya memang akan baik-baik saja pada akhirnya? Jika tidak baik-baik saja, berarti itu bukanlah akhirnya. Kata-kata "kamu akan baik-baik saja" mendamaikan kegundahan, menjadi pelipur kecemasan, membuat saya bertahan hingga keadaan berakhir dengan baik-baik saja."

Be Ready

Hey, its me again. Lagi pengen nulis pengalaman nih. Bukan cerita fiksi berlatar belakang manga.hehe

Entahlah harus dimulai dari mana, yang jelas semakin hari saya semakin resah (cieilahh resah) dengan apa yang akan terjadi setelah lulus. Ya mungkin keresahan ini dialami hampir seluruh mahasiswa tua yang akan segera lulus. (walaupun skripsi pun saya belom mulai.hhe)

Jadi ceritanya hari ini saya barusan pergi dengan teman-teman seangkatan di IPFTI. Maklum, mahasiswa IP yang hanya sedikit apalagi di Department Industrial Engineering jadi ya kalo ngumpul kita cuma sedikit. Tapi kerasa banget ketika kumpul kita mulai menceritakan keresahan masing-masing.

Mahasiswa IPFTI angkatan 2010 berjumlah 14 ekor dan yang 3 sedang double degree di Thailand. Dunia mahasiswa yang penuh dengan seleksi alam mengakibatkan tinggal 7 penantang tersisa yang masih kuliah bareng sejak terakhir semester kemarin. (karena semester ini kita sudah ndak ada kuliah).

Dari 7 orang tersisa itulah sudah mulai terdengar keluhan dari masing-masing kita. Termasuk saya. Ada yang olahdata skripsinya udah kelar tapi dia males ngetik naskah skripsinya, ada yang masih bingung menentukan tempat kerja praktek, ada yang udah kerja praktek tapi laporannya gak kelar kelar, ada yang baru mulai nulis paper buat tahap awal thesisnya. Pokoknya macem-macemnya keluhannya. Dari situ saya mulai berpikir, bagaimana kita 10 tahun mendatang. Apa yang akan terjadi, bagaimana hidup kita, menikah dengan siapa kita, dan pertanyaan-pertanyaan klise tentang kehidupan yang sebenarnya kelak.

Intinya adalah, semakin kesini semakin berat tantangan yang dihadapi. Gak cuman tugas kuliah atau berantem sama pacar; lebih keras dari itu xob.

In the end, tetap kita yang menentukan akan seperti apa hidup kita kelak. Yang jelas saya atau mungkin kita harus siap dengan masa depan yang dinamis, yang fluktuatif, dan tidak bisa diprediksi. BE READY! ^^/