Kamis, 28 Agustus 2014

Pergi Saja

Ya sudah, pergi saja jika ingin pergi. Hilang saja jika ingin hilang. Pergi ya pergi. Hilang ya hilang. Kau tau apa yang aku dapat sebagai gantinya?

Rindu...

Selasa, 12 Agustus 2014

Dik, kamu cantik. Tapi aku belum suka kamu. Enggak tau besok pagi. Tunggu aja. - Dilan, dengan sedikit perubahan.

Kamis, 07 Agustus 2014

Kisah Udin dan Cici

"Kalau ada yang cari, aku di lantai 5. Di meeting room. Mau meeting sama pihak katering dan hotel untuk persiapan seminar lusa." pesan Cici ke Udin, teman satu kubikelnya uang sedang sibuk dengan kertas warna-warni di atas mejanya.

Udin adalah pegawai baru di sana. Fresh Graduate. Masih semangat semangatnya kerja.

Memang di kubikel Cici ada satu meja kosong persis di depan dia. Setiap jenuh memandangi laptop, Cici suka curi-curi pandang ke Udin. Seringnya sih mata mereka bertemu. Lalu mereka saling membuang muka ke segala arah, pura-pura tidak terjadi apa-apa.

Mereka sebenarnya saling suka. Tapi saling menyembunyikan. Dan saling menerka-nerka. Entah apa yang terjadi setelahnya.

Hehehe.

Rabu, 06 Agustus 2014

Gubuk Penceng

Malam itu selepas jamaah Isya' di mushola, Tarjiyo berlari kecil menyusuri pemantang sawah. Bau hangus masih tercium setelah tadi siang sawah itu dibakar pasca panen. Sartinah mengikuti di belakang. Usianya 2 atau 3 tahun lebih muda dari Tarjiyo. 

"Itu namanya Gubuk Penceng, dik." Sartinah menengok ke langit, mengikuti arah telunjuk Tarjiyo. 
Malam itu cerah. Langit penuh bintang, bulan lebih terang dari biasanya.

"Sudah lihat belum, dek? Itu lho, yang bentuknya kayak layangan." Tarjiyo menoleh ke Sartinah yang masih bingung mencari. Sartinah mengangguk. Tersenyum kemudian. Akhirnya dia menemukan rasi bintang yang dimaksud Tarjiyo. 

"Nah, yang di bawah Gubuk Penceng itu ada Galaksi Rahasia. Galaksi yang ndak terlihat." Sartinah makin bingung. Hanya ada area gelap di bawah kaki Gubuk Penceng. Tidak ada bintang. Padahal di sekelilingnya benda langit berkerumun. Bersinar. 

"Mana, mas? Wong item gitu." 

"Ya itu namanya Galaksi Cinta." Tarjiyo berucap asal. "Sebenarnya di sana ada galaksi besar banget, dik." 

"Nanti, kalau kita ndak bersama lagi, terus kamu mau cari aku, lihat saja ke langit. Cari Gubuk Penceng. Di bawahnya ada galaksi ndak kelihatan namanya Galaksi Cinta. Aku ada di situ." 

Senin, 04 Agustus 2014

Berkah di Bulan Syawal

Malam lebaran...

"Hai, apa kabar? Lebaran di mana nih? Cuma mau ngucapin minal aidzin walfaidzin. Mohon maaf lahir batin. Maafin ya kalo aku banyak salah sama kamu. Sering buat kamu bete, nyebelin. hehe. Salam buat mama."

Sebenarnya niat Agus bukan hanya meminta maaf. Ada maksud lain yang selama ini dia sebut dalam doanya.

"Hai Gus. Baik kok. Ini aku lagi main mercon sama keponakan di rumah eyang. Sama-sama ya, Gus. Maaf juga kalau aku ada salah. Sering ngomel sama kamu, marah-marah gak jelas. Salam balik tuh dari mama."

Hangat benar balasan dari Siti. Belum lama ini Siti marah besar kepada Agus hingga rusaklah hubungan mereka berdua.

Singkat cerita, mereka berdua balikan. Subhanallah, berkah Ramadhan. Berkah saling memaafkan di bulan Syawal. hehe

Minggu, 03 Agustus 2014

Cupu!

"Di Jogja ndak? Temenin makan yuk. Males nih makan sendirian."

Baris kalimat itu sudah terketik indah di layar ponsel Tejo, menunggu untuk dikirim ke Surti. Berpikir ribuan kali, Tejo akhirnya mengurungkan niatnya. Tombol back yang dia putuskan untuk ditekan. Makan malam kali ini pun berakhir di warung Burjo Katineung milik Teh Yeyen.

Suram. :(